Istilah Bahasa Arab yang sering di Pakai Oleh Aktivis Dakwah

9:31:00 PM Add Comment
Istilah Bahasa Arab yang sering di Pakai Oleh Aktivis Dakwah
www.jadipintar.com
  1. Amal jama’iy: Beraktiftas atau berjuang secara bersama-sama dalam kerangka jemaah. 
  2. Amil : Panitia pengelola zakat 
  3. Ahlul halli wal ’aqdi: Majelis Permusyawaratan 
  4. Amar ma’ruf nahi munkar: Aktifitas mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.
  5. Aqidah : Keyakinan dasar yang tercermin dalam kalimat syahadat
  6. Ashalah : Murni, sesuai dengan Al Qur-an dan Hadits sebagai rujukan asli. Sesuai dengan yang semestinya. 
  7. Daurah : Training keislaman dalam konteks kaderisasi.
  8. Fikrah : Pemikiran, pola pikir, atau paradigma. Biasa digunakan untuk menyebut suatu kelompok dengan pemikiran Islam tertentu. 
  9. Halaqah : Kelompok pengajian kaderisasi di jenjang Anggota Pendukung. 
  10. Halaqah : Kelompok pengajian kaderisasi untuk para Kader Pendukung, yaitu Kader Pemula (Tamhidi) dan Kader Muda (Muayyid). Biasanya beranggotakan 8-12 orang mutarabbi yang dikelola/dipimpin oleh seorang murabbi. 
  11. Harakah : Gerakan. Biasa digunakan untuk menyebut gerakan atau jemaah Islam. 
  12. Harakah : Gerakan. Biasanya secara spesifik digunakan untuk menyebut gerakan atau jemaah Islam. 
  13. Hujjah : Argumentasi, Dasar Hukum.
  14. Husnuzh Zhan : Prasangka baik.  
  15. Iqab : Hukuman atau sanksi atas kesalahan yang dilakukan. 
  16. Ijtihad : Berpendapat dengan metodologi tertentu tentang hal-hal yang tidak diatur secara jelas dan rinci dalam Al Qur-an dan Hadits. 
  17. Ikhwah atau ikhwan : Saudara laki-laki. Di komunitas Jemaah Tarbiyah biasa digunakan untuk menyebut sesama kader. Untuk kader perempuan digunakan sebutan akhwat. Dalam sapaan digunakan Akhi atau Akhi untuk laki-laki, dan Ukhti untuk perempuan. 
  18. Imamah : Kepemimpinan. 
  19. Iqtishadi : Bidang ekonomi. 
  20. Islahul hukumah : Langkah-langkah memperbaiki pemerintahan. 
  21. Istisyarah : Konsultasi. 
  22. Kafalah : Bantuan finansial. Biasanya diberikan kepada kader yang mendapatkan tugas dakwah yang menyita waktu sehingga yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kebutuhan nafkahnya.
  23. Kafarat : Penghapus dosa di dunia, agar tidak mendapatkan hukuman dari Allah di akhirat.
  24. Khilaf atau masalah khilafiyah : Perbedaan pendapat mengenai sesuatu hal yang tidak diatur dengan jelas dalam Al Qur-an maupun Hadits Nabu Muhammad. 
  25. Lajnah : Komite. 
  26. Liqa : Pertemuan. Istilah yang digunakan untuk menyebut secara umum pertemuan kelompok pengajian rutin yaitu halaqah dan usrah. 
  27. Ma’nawiyah : Berhubungan dengan kondisi ruhani seseorang. 
  28. Maisyah : Sumber nafkah/penghasilan. 
  29. Makruh : Sesuatu yang menurut kaidah fikih Islam tidak dilarang, namun juga tidak disukai, sehingga dianjurkan untuk ditinggalkan. Diyakini bahwa meninggalkan sesuatu yang makruh akan mendatangkan pahala. 
  30. Maktab Siyasi : Sekretariat jemaah untuk urusan-urusan politik. 
  31. Manhaj : Metodologi. 
  32. Marhalah : Tahapan dakwah atau jenjang tarbiyah. 
  33. Maslahah dakwah : Pertimbangan kebaikan atau kemanfaatan bagi dakwah.
  34. Maslahat dakwah: Pertimbangan untuk mengambil sebuah pilihan tertentu karena mengandung manfaat atau kebaikan bagi dakwah dan jemaah. 
  35. Maslahat : Manfaat atau kebaikan. 
  36. Mihwar Mu’asasi : Tahapan dakwah kelembagaan politik negara. 
  37. Mihwar Sya’bi : Tahapan dakwah membina basis masyarakat. 
  38. Mihwar Tanzhimi : Tahapan dakwah kaderisasi 
  39. Mihwar : Orbit atau tahapan dakwah. 
  40. Milad : Peringatan hari lahir atau ulang tahun. 
  41. Muamalah: Hubungan sosial antar-manusia. 
  42. Mu’asasah : Institusi atau yayasan. 
  43. Mudawalah : Perdebatan. 
  44. Mumayyizah : Ciri khas. 
  45. Murabbi : Guru atau ustadz. Kader yang menjalankan peran mengelola halaqah 
  46. Murraqib ‘Am : Pengawas umum. Sebutan untuk pimpinan tertinggi Jemaah Tarbiyah, khususnya dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), atau Majlis Riqabah ‘Ammah (MRA). 
  47. Mursyid : Guru spiritual. 
  48. Mustahiq : Pihak yang berhak menerima zakat. 
  49. Mutaba’ah : Monitoring dan evaluasi. Biasa digunakan antara lain dalam konteks monitoring dan evaluasi sejauh mana para kader melaksanakan ibadah sehari-hari sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk masing-masing jenjang. 
  50. Mutarrabbi : Binaan atau murid. Kader yang menjadi anggota halaqah. 
  51. Muwajih : Pengisi materi atau penceramah; orang yang menyampaikan taujih. 
  52. Muwashaffat : Kriteria kader. Disusun spesifik untuk tiap jenjang keanggotaan, masing-masing dengan indikator-indikator yang terinci. 
  53. Muzakki : Pihak yang wajib membayar zakat. 
  54. Nizham Asasi : Konstitusi. Anggaran Dasar. 
  55. Qadhayya : Masalah, kesulitan.
  56. Qarar : Keputusan. 
  57. Qath’i : Dalil syariat yang bersifat jelas dan tegas. 
  58. Qiyadah atau Qa’id : Pemimpin. 
  59. Rasmul bayan : Kumpulan materi tarbiyah dalam bentuk skema/bagan berbahasa Arab. 
  60. Ru’yatul hilal: Teknik menentukan penanggalan dalam Islam dengan melihat terbitnya bulan.
  61. Sam’an wa tha’atan : Dengar dan taat. Sikap prajurit yang dianggap merupakan sikap ideal seorang kader Jemaah Tarbiyah. 
  62. Sirah : Sejarah kehidupan. Istilah ini biasa digunakan merujuk pada sejarah perjalanan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat beliau. 
  63. Sunatullah : Hukum Allah. Pola keteraturan yang terdapat di alam semesta. 
  64. Syubhat : Sesuatu yang berdasarkan ketentuan syariat Islam hukumnya tidak jelas dibolehkan (halal) atau dilarang (haram). Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa menghindari hal-hal yang syubhat akan menjauhkan dari yang haram. 
  65. Syura : Musyawarah. 
  66. Ta’addud : Poligami. Beristri lebih dari seorang. 
  67. Tadarruj : Bertahap, berjenjang. Merupakan salah satu karakteristik tarbiyah. 
  68. Ta’limat : Instruksi yang disampaikan melalui struktur partai secara top down. 
  69. Tabayyun : Proses klarifikasi atau meminta keterangan mengenai suatu kabar atau tuduhan kepada pihak-pihak yang terkait. 
  70. Tafahum : Saling memahami. 
  71. Tafaruq : Mengalokasi seluruh waktu untuk mengelola urusan-urusan jemaah atau partai. 
  72. Tahun qamariyah : Metoda penanggalan berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi, yang menjadi dasar penanggalan Hijriyah.
  73. Tanzhim : Struktur. 
  74. Tanzhim nukhbawi : Organisasi kader. 
  75. Tanzhim ‘alami : Struktur di tingkat internasional. 
  76. Taqwim : Proses evaluasi pencapaian kriteria tarbiyah dan kenaikan jenjang kader. Melibatkan murabbi atau naqib sebagai muqawwim, yaitu pihak yang mengevaluasi, dan mutarrabbi atau anggota usrah sebagai muqawwam, yaitu pihak yang dievaluasi. 
  77. Tarbawi : Hal-hal yang terkait dengan pembinaan kader. 
  78. Tariqah : Jalan. 
  79. Tasamuh : Saling bertoleransi.
  80. Tasyaddud : Sikap ekstrem, berlebih-lebihan. 
  81. Taujih : Arahan. Ceramah. 
  82. Tawadhu : Rendah hati, menjauhkan diri dari sifat sombong. 
  83. Tawazun : Sikap seimbang atau jalan tengah.
  84. Tsaqafah : Wawasan.
  85. Tsiqah : Rasa percaya. Trust.
  86. Ubudiyah : Hal-hal yang menyangkut peribadatan. 
  87. Ukhuwwah : Persaudaraan. 
  88. Ulil ‘amri : Pemimpin. 
  89. Uslub : Strategi atau cara. 
  90. Usrah : Kelompok pengajian kaderisasi untuk para Kader Inti. Dikelola dan dipimin oleh seorang naqib. 
  91. Uzlah : Mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat ramai.
  92. Wajihah : Institusi yang berada di luar struktur namun memiliki keterkaitan.
  93. Wara’ : Sikap berhati-hati dan menjaga diri terhadap sesuatu yang dikhawatirkan bisa menjerumuskan ke dalam dosa.
  94. Wazhifah : Amalan rutin. 
  95. Zuhud : Menahan diri dari bersikap berlebih-lebihan terhadap dunia, yang dimanifestasikan antara lain dengan bergaya hidup sederhana | 

Teks Ceramah K.H Zaenuddin MZ: Mendapat Hidayah Allah

11:53:00 PM Add Comment
Teks Pidato Ceramah K.H Zaenuddin MZ: Mendapat Hidayah Allah

Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi wahdah, sodaqo wa’dah, wa nasoro ‘abdah, wassolatu wassalamu ‘ala man la nabiya b’dah, sayyidina Muhammad ibni abdillah wa ‘ala aalihi wasohbihi waman walah. Ama ba’du.

Saudara-saudara kaum muslimin yang saya cintai...
Perjalanan waktu telah mengantarkan kita, memasuki romadhon, kata orang: “Jauh berjalan banyak dilihat” dan pengalaman adalah guru yang paling bijaksana, kalau ibadah romadhon kita berhasil, maka kita yang malam mini-pasti bukan kita sebulan yang lalu. Kita yang malam ini, adalah kita yang telah ditempa, dogojlog, digembleng oleh kawah candra di mukanya romadhon, dan setelah perjalanan panjang, perjuangan mengendalikan diri dan menahan nafsu, kita akan merayakan iedul fitri. Apa yang harus kita laksanakan? Malam ini saya ingin sampaikan ayat 186 surah al-baqarah, dimana Allah menuntun kita. Pertama walitukmilull ‘iddata (hendaknya engkau sempurnakan jumlah bilangan hari puasamu, puasa sebulan penuh – bisa 29 bisa 30 hari, yang bisa ru’yat punya persyaratan mampu ru’yat, silahkan ru’yah. Yang tidak mampu, ikut yang aman saja, dengerin pengumuman pemerintah ! cari amannya saja ! 

Sempurnakan jumlah bilangan hari puasamu, sebab apa? Puasa itu macem-macem. Ada yang puasa model bedug, depan rapet – belakangnya kosong, cuman pembukaan. Ada juga pembukaan, pertengahan dan penutupaan, ada juga yang penutupan saja – mau dapet lailatul qodar. 

Allah berpesan, “walitukmilull ‘iddata” sempurnakan jumlah bilangan hari puasamu, puasa itu sebulan penuh. Setelah selesai itu, “walitukabbirulloha ‘ala ma hadaaku” hendaknya engkau agungkan, engkau bertakbir, mengagungkan Allah yang telah memberikan hidayah kepadamu, tidak ada takbiran sebelum selesai romadhon. “walitukmilull ‘iddata” itu dulu – sempurnakan jumlah bilangan hari puasamu, selesai baru “walitukabbirulloh”. Jangan lebaran masih seminggu sudah “Allohu Akbar, Alloooh…ngigo. “walitukmilull ‘iddata” sempurnakan dulu jumlah bilangan hari puasamu, ini adab – selesai “walitukabbirulloh” baru engkau bertakbir – agungkan nama tuhanmu ! kenapa? “ala ma hadaaku” yang telah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita semua.

Saudara, kalau bukan lantaran hidayah Allah – berat sebulan penuh nggak makan, laper melilit perut, haus mencekek tenggorokan. kalau bukan hidayah – berat melawan nafsu, kalau bukan hidayah – berat melawan setan. Bagaimana nggak berat, dia lihat kita - kita nggak lihat dia. Inikah curang musuh ini. Semata-mata karena hidayah dari Allah, intan yang paling mahal, mutiara paling berharga, tidak lain adalah hidayah. 

Saudara lihat dalam sejarah, kadang-kadang anak Nabi tidak dapat hidayah, tidak terpanggil mengikuti kebenaran,  Kan-an anak Nabi Nuh, betul? Kadang-kadang bapak Nabi tidak dapat hidayah, Azar bapaknya Nabi Ibrahim – Ibrahim penegak Tauhid, bapaknya produsen berhala. Kadang-kadang isteri Nabi tidak mendapat hidayah..kafir – isterinya Nabi Luth. Kadang-kadang paman Nabi tidak dapat hidayah, ingkaar, Abu Jahal, Abu Lahab, Paman Nabi Kita. Anak Nabi, bapak Nabi, Isteri Nabi, paman Nabi – hidayah tidak datang , mereka tidak terpanggil mengikuti kebenaran. Alhamdulillah kita yang ponakan Nabi aja bukan, kita diberikan hidayah, dengan bekal hidayah itu; kita masuki nuansa romadhon, berjuang melawan nafsu, membina taqwa, melatih ridho, dengan lapar melilit perut – dengan haus mencekik tenggorokan – Allohumma laka sumtu (Tuhan untuk engkau saya laksanakan ibadah ini). Oleh karena itu, jaga hidayah ini baik-baik, karena dia merupakan intan paling mahal, mutiara paling berharga dalam kehidupan kita. Diberikan kita kedudukan yang tinggi, Alhamdulillah?... Diberikan kita harta yang banyak, Alhamdulillah?...tapi itu semua belum ada artinya ketimbang yang bernama hidayah.

Maka hidayah inilah yang harus kita jaga baik-baik, hidayah inilah yang harus kita pelihara, kita bertakbir kepada Allah; mengagungkan nama Allah yang telah memberikan hidayah kepada kita. Kalau tidak lantaran hidayah berat melaksanakan ibadah puasa sebulan suntuk.

Untuk selebihnya anda bisa lihat disini

Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.

Mesir Melarang Wanita Mengenakan Burqa dan Cadar di Tempat-tempat Umum

10:15:00 AM Add Comment
Mesir Melarang Wanita Mengenakan Burqa dan Cadar di Tempat-tempat Umum
image: www.islamicnewsdaily.com - March 11, 2016
Parlemen Mesir sedang menyusun sebuah hukum yang melarang wanita mengenakan burqa dan cadar di tempat-tempat umum termasuk lembaga pemerintah, anggota parlemen ditetapkan untuk memilih pada melarang wanita dari mengenakan cadar wajah secara penuh, local media reports.

Cadar yang dikenakan oleh beberapa pengikut Islam dan biasanya mencakup semua wajah pemakainya selain mata mereka. Pakaian umum di Mesir yang merupakan negara mayoritas Muslim.

Namun di tengah meningkatnya pemakai niqab, Mesir telah memberlakukan serangkaian pembatasan mengenakan cadar di depan umum.

MP Amna Nosseir, professor of comparative jurisprudence di Al-Azhar University, yang telah mendukung larangan tersebut, mengatakan bahwa mengenakan jilbab bukan persyaratan Islam dan pada faktanyanya memiliki asal-usul non-Islam.

Dia berpendapat bahwa itu adalah tradisi Yahudi yang muncul di Semenanjung Arab sebelum Islam dan berbagai ayat-ayat Quran bertentangan penggunaannya. Sebaliknya, dia telah menganjurkan bahwa Quran panggilan untuk pakaian sederhana dan rambut tertutup, tetapi tidak memerlukan penutup wajah.

Awal tahun ini, Universitas Kairo diberi izin pengadilan untuk melarang profesor wanita mengenakan niqab atau burqa hal ini dilakukan untuk mengantisipasi "masuknya ekstrimis dan luar universitas".

Jika disahkan undang-undang baru ini, Mesir akan melihat larangan jilbab di universitas dan gedung-gedung pemerintah.

Keterangan:
  • Burqa (juga ditulis burka atau burqua) (bahasa Arab: برقعة, burqʿah) adalah sebuah pakaian yang membungkus seluruh tubuh yang dikenakan oleh sebagian perempuan Muslim. Burqa dikenakan menutupi pakaian sehari-hari (seringkali pakaian panjang atau salwar kameez) dan dilepaskan ketika si perempuan kembali ke rumahnya ke tengah keluarganya.
  • Cadar adalah pakaian wanita yang menutup wajah. Dalam KBBI disebutkan bahwa cadar adalah kain penutup kepala atau muka (bagi perempuan). 
  • Niqab adalah jenis penutup kepala muslimah yang dilengkapi dengan cadar. Selain menutup kepala hingga dada, niqab cadar akan menutupi sebagian wajah kecuali mata. Panjang Niqab hingga pinggang. Umumnya dikenakan oleh wanita-wanita di arab.


Sumber:  www.islamicnewsdaily.commajlisroudhotuljannahwikipediajilbab-meidiani

Miss Universe Dari Republik Ceko: Marketa Korinkova Memeluk Islam

3:27:00 PM Add Comment
Miss Universe Dari Republik Ceko: Marketa Korinkova Memeluk Islam
Marketa Korinkova mantan Ratu Kecantikan dari Republik Cekoslowakia memeluk Islam dan memutuskan untuk tinggal di Dubai dengan meninggalkan negara asalnya. Selain itu, ia juga mengubah namanya sebagai Maryam. "Dia mengatakan bahwa status yang diberikan kepada perempuan Muslim dalam Islam menarik baginya untuk menerima iman ini".
Dia telah memikirkan untuk memeluk Islam selama tiga tahun terakhir. Dia mengakui Islam dan mempublikasikannya di Dubai.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Arab "Al Quds al-Arabi", di London, international fame production designer, super model dan aktris film, Marketa Korinkova mengejutkan fans-nya dengan membuat pengumuman ini.

Dia terpilih menjadi Miss Universe dalam kontes kecantikan yang diselenggarakan di Italia, setelah ia memperoleh ketenaran di kancah internasional. Banyak perusahaan multinasional mengakuisisi layanan dia untuk mempublikasikan produk mereka.

Segera, ia menjadi model super. Hollywood juga menawarinya untuk tampil di film-film mereka. Dalam film ME90 LOVE, dia telah memainkan peran inti. Dia menjabat sebagai Director of Prague’s Film Academy FAMU. Dia adalah seorang desainer internasional terkenal. Dia juga memiliki sebuah perusahaan periklanan di Praha. Sebuah perusahaan mencatat dari Dubai, Ali dan Sons Group of Companies ditunjuk sebagai Sales Manager mereka.

Jangan salah, Dia juga bergelar master dalam Sastra Inggris yang diperoleh dari Charles University of Prague. Kemudian, dia mendapatkan gelar MA nya di Production Designing dari Film Nasional dan TV Sekolah dari Royal College of Arts, London. Dia juga bekerja untuk BBC.

Setelah mendapatkan posisi Miss World, di saat itu pula dia memperoleh prestasi tertinggi dalam hidupnya, akan tetapi hatinya selalu diuji dengan kegelisahan, dan dia mencoba untuk menyingkirkan kegelisahan internalnya itu.

Kadang dia terpaksa minum anggur, bermain musik dan judi untuk menghilangkan semua itu. tapi haus yang jiwanya tidak bisa beristirahat. Setelah dia mendapatkan saran dari salah satu temannya, ia mulai serius mempelajari berbagai agama tiga tahun yang lalu. Sebagai yang terlahir dari seorang Kristen, ia tidak menemukan pelipur lara dalam kekristenannya. Kecewa dengan Kristen, ia mulai mempelajari Islam.

Matanya kemudian dibuka. Status Islam (hidayah) telah diberikan oleh Allah kepada perempuan asal cekoslowakia ini, dan dia tertarik dan memutuskan untuk memeluk Islam. Setelah menghabiskan beberapa waktu di UEA, ia memutuskan untuk menetap secara permanen di Dubai.

Dia beranggapan bahwa dalam Islam status untuk wanita tidak jelas. Ketika ia belajar Islam, kebenaran itu terungkap bahwa Islam telah memberikan posisi salehah untuk wanita, sedangkan barat diputar dengan perempuan atas nama kebebasan.

Dia mengatakan bahwa dia telah memutuskan untuk menetap di Dubai sehingga ia bisa mendapatkan lebih dari ajaran Islam.

Dia menyatakan perasaan bahwa untuk waktu yang lama ada beban di hatinya, dan dia gelisah tanpa alasan apapun. Ketika dia mengucapkan "Kalimat Syahadat", kegelisahannya berakhir. Dia telah menyerah pakaian barat dan mulai mengenakan jilbab/hijab.

Ketika ia memposting foto-foto dengan Hijab, jutaan penggemarnya sempat kaget. Mereka berpikir bahwa dia telah memposting foto-foto ini sewaktu tampil di taking part in Arab fashion show. Ketika ia mengumumkan bahwa ia telah memeluk Islam dan mengganti namanya, mereka terkejut sekali.

Bagaimana pendapat anda?